|
|
INJIL KEKAL | |||||
| Bab III . 3 | ||||||
| D | A | N | ||||
| www.dianweb.org | Home | Daftar Isi | ||||
|
Kadang-kadang sebagian orang berusaha untuk memaafkan dosa. Seharusnya tidak demikian. Ketika Adam clan Hawa berdosa mereka membuat pilihan. Kita adalah makhluk ciptaan yang mempunyai kuasa memilih - kita boleh memilih yang benar atau kita boleh memilih yang salah.
1. Supaya diampuni dari dosa apa yang diperlukan?
2. Kepada siapa dosa harus diakui?
3. Apa yang harus mengikuti pengakuan dosa yang
benar?
4. Siapa yang dipanggil Yesus kepada pertobatan?
5. Apa yang membawa orang kepada pertobatan?
6. Apa sikap Allah terhadap pertobatan manusia? 7. Apa yang mengikuti pertobatan? Paulus mengatakan, "namun sekarang aku bersukacita, bukan karena kamu telah berdukacita, melainkan karena dukacitamu membuat kamu bertobat ...... Sebab dukacita menurut kehendak Allah menghasilkan pertobatan yang membawa keselamatan." II Korintus 7:9, 10. Catatan: Perkataan asli untuk pertobatan di sini menunjukkan peubahan pikiran dan menghasilkan perubahan hidup. Dukacita menurut kehendak Allah menghasilkan pertobatan dan perpisahan dari dosa dan penentuan yang kuat oleh anugerah Allah terutama untuk melawan pencobaan yang membawa kepada dosa.
8. Apakah Yudas bertobat dari dosanya? "Pada waktu Yudas, yang menyerahkan Dia, melihat, bahwa Yesus telah dijatuhi hukuman mati, menyesallah ia. Lalu ia mengembalikan uang yang tiga puluh perak itu kepada imam-imam kepala dan tua-tua, dan berkata: Aku telah berdosa karena menyerahkan darah orang yang tak bersalah.' Tetapi jawab mereka: `Apa urusan kami dengan itu? ltu urusanrnu sendiri! ' Matius 27:3, 4. Catatan: Perkataan untuk menyesal di sini hanya menunjukkan perubahan perasaan. Yudas mempunyai kelnglnan bahwa apa yang telah dilakukan seharusnya tidak dilakukan. Ia mengakui dosanya kepada teman-temannya bukan kepada Allah. Dukacitanya adalah dukacita yang "menghasilkan kematian" (II Korintus 7:10). 9. Apakah Esau menyesali dosanya? "Janganlah ada orang yang menjadi cabul atau yang mempunyai nafsu yang renclah seperti Esau, yang menjual hak kesulungannya untuk sepiring makanan. Sebab kamu tahu, bahwa kemudian, ketika ia hendak menerima berkat itu, ia ditolak, sebab ia tidak beroleh kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya, sekalipun ia mewarisinya dengan mencucurkan air mata." lbrani 12:16, 17.
10. Apa hasil pertobatan yang benar?
Catatan: Orang tidak dapat diampuni jika meneruskan untuk tidak bertobat, jika seorang melakukan apa yang tak dapat diampuni berarti la telah tiba pada penolakan secara berkesinambungan kepada Allah sehingga hati dikeraskan dan tidak ada lagi sambutan kepada suara Allah. Tetapi jika seorang menyesali dosa-dosanya dan ingin bertobat serta mengakuinya, ini adalah bukti bahwa Roh Kudus masih bekerja dalam hatinya.
|
Lanjutkan /kembali ke hal :