Setelah Kematian . . . ?
    Bab 1
  D  A  N 
     
   www.dianweb.org Home Daftar Isi

 

 

 

Sifat dan Keadaan Manusia



Di manapun Alkitab tidak mengajarkan bahwa manusia memiliki kekekalan dalam dirinya. Alkitab mengajarkan bahwa manusia adalah fana. Allah telah menjadikan manusia untuk hidup tetapi tidak pernah Ia maksudkan agar manusia hidup jika ia memilih untuk berbuat dosa. Allah mengatakan kepada manusia, "Tetapi pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat itu, jangan engkau makan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati." Kejadian 2:17. Dengan kata lain, Engkau harus mati." Apabila manusia berbuat dosa ia mati.


1. Dari apakah Allah menjadikan manusia?

"Ketika itulah Tuhan Allah membentuk manusia itu dari debu tanah." Kejadian 2:7 bagian pertama

 

2. Ketika Allah "menghembuskan nafas hidup ke dalam lubang hidung" apakah yang terjadi dengan manusia itu ?

"Demikianlah manusia itu menjadi mahluk yang hidup" Kejadian 2:7 bagian akhir. Manusia memperoleh hidupnya dari Allah. 

 

3. Dapatkah manusia kehilangan kehidupan-nya tersebut ?

 "... tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati." Kejadian 2:17. 

Catatan : Pemilikan manusia atas karunia kehidupan yang abadi yang diberikan Tuhan saat ia diciptakan, adalah bersyarat. Kehidupan abadi tersebut lenyap ketika manusia melanggar perintah Allah. (Hanyalah karena kemurahan Tuhan maka Adam dan Hawa tidak segera mati. Anak Allah harus menyerahkan nyawaNya supaya dengan demikian mereka memiliki kesempatan yang lain -- kesempatan kedua. Ia adalah "Anak Domba, yang telah disembelih" Wahyu 13:8, sejak asas dunia ini.)

 

4. Apa yang dicegah Allah setelah manusia jatuh ke dalam dosa?

Berfirmanlah Tuhan Allah: "Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup selama-lamanya." Kejadian 3:22.

Catatan : Tindakan ini menunjukkan dengan jelas bahwa keabadian yang dijanjikan itu bersyarat atas penurutan, dosalah yang menghilangkannya.

 

5. Setelah berdosa, manusia bersifat fana, bagaimana Alkitab menggambarkannya?

a. Manusia dikatakan akan "binasa" (Ayub 4:17). Baca Roma 6:12; 8:11; 2 Kor.4:11
b. Kehidupan manusia "bagaikan uap adanya, nampak pada suatu ketika lamanya, kemudian binasa." Yakobus 4:14, bagian akhir.
c. "Bahwa mereka itu daging, angin yang berlalu, yang tidak akan kembali." Mazmur 78:39: Ayub 7:7

d. Kehidupan manusia hanyalah sementara dan akan binasa. Baca Lukas12:2,3; Yohanes 3:16; roma 2:12; I Kor. 15:17, 18; Filipi 3:19; II Tes. 1:9.

6. Kalau begitu dari mana datangnya ide bahwa manusia manusia memiliki keabadian, meskipun sesudah melanggar perintah Allah?

Setanlah yang pertama kali mengajarkan bahwa manusia adalah suatu yang abadi! "Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: "Sekali-kali kamu tidak akan mati." Kejadian 3:4. 

Catatan : Ular itu menampakkan diri sebagai setan dalam buku Wahyu 12:9 Berbicara tentang setan, Kristus berkata, "Ia adalah seorang pembohong" dan bapa segala pendusta. (Yohanes 8:44 bagian akhir)

 

7. Hanya siapakah yang memiliki keabadian?

"Hormat dan kemuliaan sampai selama-lamanya bagi Raja segala zaman, Allah yang kekal, yang tak nampak, yang esa! Amin." I Timotius 1:17
"Dialah satu-satunya yang tidak takluk kepada maut, bersemayam dalam terang yang tak terhampiri." I Timotius 6:16. 

Catatan: Keabadian artinya keadaan atau kualitas dari mahluk yang tidak dapat binasa. Para penerjemah Alkitab menggunakan kata keabadian untuk menerjemahkan istilah Yunani athanasia, "ketidakmatian", dan aphtarsia, "yang tidak binasa".

Dalam ayat di atas dinyatakan bahwa "hanya Allah yang memiliki keabadian." Hal ini sekaligus menetapkan bahwa manusia tidak memiliki keabadian. 

 

8. Darimana sumber keabadian itu datang ?

 "Dan yang sekarang dinyatakan oleh kedatangan Juruslamat kita Yesus Kristus, yang oleh injil telah
mematahkan kuasa maut dan mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa." II Timotius 1:10. Catatan: Kristus telah rela memberikan hidupNya dan Allah rela menyerahkan AnakNya (Yohanes 3:16). Oleh sebab itu manusia dapat menerima keabadian kembali  melalui suatu penerimaan akan injil itu.

9. Ketika seseorang menerima Injil, kapankah keabadian itu akan diterimanya kembali ?

"Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah, dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah. Karena yang dapat binasa ini harus mengenakan yang tidak dapat binasa, dan yang dapat mati ini harus mengenakan yang tidak dapat mati. Dan sesudah yang dapat binasa ini mengenakan yang tidak dapat binasa dan yang dapat mati ini mengenakan yang tidak dapat mati, maka akan genaplah firman Tuhan yang tertulis: "Maut telah ditelan dalam kemenangan." I Korintus 15: 51-54

Catatan : Keabadian tidak langsung terjadi setelah seseorang menerima Injil Keselamatan, tetapi dikaruniakan pada waktu Tuhan kita Yesus Kristus datang kembali.

 


KESIMPULAN

 

Upah dosa adalah maut (Roma 6:23). Bertentangan dengan apa yang diperingatkan Tuhan bahwa pendurhakaan manusia akan mendatangkan kematian, justru Setan berkata, "Sekali-kali kamu tidak akan mati" (Kej 3:4). Dosa mereka mendatangkan hukuman seperti berikut : Engkau akan "kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu" Kejadian 3:9. Perkataan ini bukanlah menunjuk kepada kehidupan yang berkelanjutan, melainkan putusnya hidup itu nanti.

 

 

 

 


Lanjutkan /kembali ke hal :       

 Home       Daftar Isi

1          3          5       6         8