Setelah Kematian . . . ?
    Bab 4
  D  A  N 
     
   www.dianweb.org Home Daftar Isi

 



Orang Kaya dan Lazarus

Lukas:16 : 19 -31
"Ada seorang kaya yang selalu berpakaian jubah ungu dan kain halus, dan setiap hari ia bersukaria dalam kemewahan.Dan ada seorang pengemis bernama Lazarus, badannya penuh dengan borok, berbaring dekat pintu rumah orang kaya itu, dan ingin menghilangkan laparnya dengan apa yang jatuh dari meja orang kaya itu. Malahan anjing-anjing datang dan menjilat boroknya.
Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham. Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya.
Lalu ia berseru, katanya: Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini. Tetapi Abraham berkata: Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita. Selain dari pada itu di antara kami dan engkau terbentang jurang yang tak terseberangi, supaya mereka yang mau pergi dari sini kepadamu ataupun mereka yang mau datang dari situ kepada kami tidak dapat menyeberang.
Kata orang itu: Kalau demikian, aku minta kepadamu, bapa, supaya engkau menyuruh dia ke rumah ayahku, sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingati mereka dengan sungguh-sungguh, agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini.

Tetapi kata Abraham: Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu. Jawab orang itu: Tidak, bapa Abraham, tetapi jika ada seorang yang datang dari antara orang mati kepada mereka, mereka akan bertobat.
Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati."

1. Siapakah yang dibawa oleh malaikat kepada pangkuan Abraham?

"Kemudian matilah orang miskin itu dan dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham." Lukas 16:22.

2. Apakah istilah "Pangkuan Abraham" adalah harafiah atau lambang?

Tidaklah mungkin bila Lazarus benar-benar duduk dipangku oleh Abraham, karena Lazarus adalah seorang dewasa. Pangkuan Abraham merupakan suatu lambang pengibaratan (FIGURATIF) tentang surga.

Catatan : karena Pangkuan Abraham adalah bermakna figuratif bukan harafiah, maka cerita inipun harus dilihat dalam makna figuratif dan bukan harafiah.

3. Apa yang terjadi dengan orang kaya itu?

"Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk dipangkuannya. Lalu ia berseru katanya: Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahnya, karena aku sangat sakit dalam nyala api ini." Lukas 16:23-24.

Catatan : Jika kita menerima bahwa yang dibawa ke alam maut ataupun ke pangkuan Abraham adalah  roh dari si orang kaya dan roh Lazarus, maka akan bertentangan dengan ayat di atas yang menyebutkan adanya "ujung jari", "lidah", merasakan panasnya api, dsb. Itu adalah bagian tubuh dan indera pada tubuhlah (indera perasa pada kulit) yang dapat merasakan panas. Sedangkan tubuh/jazad dari orang mati pada kenyataannya masih tetap berada dalam kubur.

Bandingkan dengan  Wahyu 20 : 5 ,13-15. Orang-orang jahat yang mengikut si setan pada penutupan dunia ini dibakar dengan memakai tubuh mereka, bukan hanya roh mereka. Untuk itulah mereka dibangkitkan lebih dulu (dari laut dan dari kubur; Alkitab memakai istilah Kerajaan Maut untuk kuburan)

4. Menurut Alkitab, bilakah manusia menerima upah mereka ?

Setelah kedatangan Tuhan Yesus yang kedua, bukan pada saat kematian (Baca : Matius 13: 37- 42, Matius 16: 27, Matius 25 : 31- 46; Yohanes 5: 28-29 , Wahyu 22: 12).

5. Bertentangan dengan bagian Alkitab mana lagi bila cerita ini diartikan secara harafiah?

~ Malaikat membawa Lazarus kepada Abraham, seharusnya dibawa kepada Allah. Tidak diceritakan mengenai Allah dalam cerita tersebut, namun dialog antara Abraham dan orang kaya.

~ Orang kaya itu masih ingat pada Lazarus dan juga saudara-saudaranya. Padahal Yesaya 65: 17 mengatakan perkara-perkara yang lama bahkan tidak diingat lagi.

~ Alkitab menunjukkan bahwa orang-orang mati (yang percaya maupun tidak) berada dalam kubur mereka (lihat ayat dunia orang mati); dan bahwa mereka akan mendegar suara Yesus dari KUBUR mereka (Yohanes 5: 28, 11:43; 12:17), dan bukan dari surga atau neraka.

~ Surga seolah-olah "bertetangga" dengan Neraka dimana mereka bisa saling melihat dan berbicara. Ini dapat membuat "ratap tangis dan kesedihan" di surga jika melihat orang-orang yang mereka kenal ada di neraka. Padahal Wah 21 : 4  menyatakan "Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu." 

 

6. Bila ada begitu banyak hal yang menyatakan bahwa cerita ini tidak dapat diterima secara harafiah (butir 2 s/d 5), maka berarti cerita ini adalah perumpamaan. Mengapa Tuhan Yesus memakai cerita ini sebagai perumpamaan?

Tuhan Yesus dalam mengajarkan sesuatu selalu menggunakan unsur-unsur yang umum telah diketahui pendengarnya. Tradisi Yahudi mempercayai adanya pangkuan Abraham dan Hades ( Lihat "Discourage to the Greeks Concering Hades, "Yosephus' Complete Works", terjemahan William Whiston -Grand Rapids: Kregel, 1960- , hal 637). Mereka sangat membanggakan diri sebagai keturunan Abraham (Yoh 8:39, Mat 3:9). Tradisi /adat istiadat tidak selalu sesuai dengan pengajaran Alkitab (Mat 15: 3).

Catatan : Bagian-bagian cerita dari suatu perumpamaan tidak bisa diartikan secara harafiah (misalnya Hakim 9:  7-15, II Raja 14:9), yang penting dari suatu perumpamaan adalah pesan yang ingin disampaikannya (lebih mementingkan makna yang tersirat, bukan cerita yang tersurat). 

 

7. Bagaimanakah kondisi pada waktu perumpamaan ini disampaikan?

 

Lukas 15:2, "Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli Taurat, katanya: "la menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka." 

Catatan: Untuk membenarkan tindakan-tindakanNya Yesus memperkenalkannya lewat beberapa perumpamaan. Inilah rangkaian cerita dari Tuhan Yesus :

a. Lukas 15:3-7 adalah perumpamaan tentang domba yang hilang. Orang orang Farisi telah berusaha untuk membawa seekor domba yang hilang dan membawa ke kandangnya dengan suka cita setelah ditemukannya. Yesus berkata, "Demikian juga akan ada suka cita di surga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih daripada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan." ayat 7. 

b. Lukas 15:8-10 menceritakan tentang perumpamaan sebuah mata uang perak yang hilang. Orang-orang Farisi setuju bahwa wanita itu harus mencari mata uang yang hilang itu dan setelah ditemukannya maka penuhlah kesukaannya. Sekali lagi Yesus mengulangi pernyataan tentang kesukaan disurga terhadap seorang berdosa yang bertobat.

c. Lukas 15:11-32 memberikan perumpamaan tentang anak yang hilang. Disini Kristus memperjelas maksudnya sekali lagi kepada orang-orang Farisi. Mereka telah berusaha untuk menuntut kembali domba yang hilang dan mata uang yang hilang dan bergembira setelah ditemukannya. Tetapi ketika orang yang hilang datang kepada Yesus untuk diselamatkan mereka bertindak seperti saudara yang lebih tua dan menyerangnya.

d. Lukas 16:1-13 mencatat perumpamaan tentang penatalayan yang tidak adil. Tetapi orang-orang Farisi menolak untuk diyakinkan oleh pekerjaan Kristus. Mereka menentang Dia dan tidak bersimpati kepada pekerjaanNya dalam menyelamatkan manusia. Ayat 14 mengatakan, "dan mereka mencemoohkan Dia."

Catatan: Di dalam Lukas 16:15-18 Kristus menyebutkan sifat keabadian hukumNya. Tetapi meskipun orang-orang Farisi mengakui dan menyokong hukum, mereka menolak Kristus penyembuh penyakit dosa mereka. Hukum-hukum tidak dapat menyelamatkan. Tetapi orang-orang Farisi menolak apa yang telah diatur untuk mereka!

e. Sehingga di dalam perumpamaan tentang 'Orang kaya dan Lazarus' konsekwensi-konsekwensi sebagai hasil penolakan orang-orang Yahudi (dalam perumpamaan tsb diwakili oleh "orang kaya" ) terhadap Kristus secara nyata diungkapkan.

 

8. Mengapa perumpamaan ini memakai nama "Lazarus" ?

Lazarus (Yunani) berasal dari nama Ibrani Eleazar (Lihat Kel 6: 23) yang artinya "Tuhan telah menolong". Ini sesuai dengan yang diperankan orang miskin tersebut. Pemberian nama untuk memudahkan karena cerita mengandung banyak percakapan. Namun tidak ada hubungannya dengan Lazarus dari Betani yang dibangkitkan Tuhan Yesus (yang justru Alkitab tidak menceritakan apapun tentang pengalaman kematiannya).

9. Mengapa orang kaya tersebut tidak diberi nama ?

Tuhan Yesus menujukan figur orang kaya tersebut kepada orang-orang Farisi agar mereka melihat diri mereka sendiri, untuk menyadarkan kondisi mereka yang 'terhilang'.  Ada berbagai versi cerita dimana orang kaya ini diberi nama, agar sesuai dengan Lazarus yang mempunyai nama. Tradisi yang terkenal memberinya nama "Dives" (berarti "kaya", terjemahan dari plousios bahasa Yunani ke dalam bahasa Latin dalam Vulgata).

 

10. Apakah yang diajarkan perumpamaan orang kaya dan Lazarus ini?

a. Bahwa kehidupan manusia kinilah yang menentukan tujuan akhir mereka.

b. Tak ada pintu kasihan setelah kernatian.

c. Oleh pilihannya manusia sendiri menempatkan suatu senjang di antara dirinya dan Allah.

d. Perumpamaan itu menggambarkan suatu pertentangan di antara orang kaya yang tidak membuat Allah sebagai kepercayaari mereka dan orang miskin yang mempereayai Allah sepenuhnya.

e. Firman Tuhan yang tertulis selalu lebih penting dari mujizat. (Dibuktikan dengan mujizat Yesus membangkitkan Lazarus yang sudah empat hari meninggal, mereka tetap menolak Yesus meskipun sudah melihat mujizat tersebut - Yoh 12: 9 - 11)

f. Tuhan membangkitkan seseorang untuk menyatakan kuasa Allah (Yohanes 11:4) dan agar orang percaya bahwa Yesus diutus oleh Allah (Yoh 11: 42).

 

 

Kesimpulan

Yesus telah datang untuk memberikan manusia kesempatan untuk memperoleh keselamatan. Satu-satunya jalan untuk memperoleh hidup yang kekal (baka) di dunia yang lain sesudah kematian adalah dengan cara dibangkitkan. Rasul Paulus berkata, "Sebab jika orang mati tidak dibangkitkan, maka Kristus juga tidak dibangkitkan. Demikian juga binasa orang-orang yang mati di dalam Kristus." I Korintus 15: 16, 18. Biarlah kita bersedia sekarang juga untuk kedatanganNya.

 

 

Lanjutkan /kembali ke hal :       

 Home       Daftar Isi

1          3          5       6         8

 

--------------------------------

Yohanes 5 : 28

Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya,

 

Yohanes 11: 43

Dan sesudah berkata demikian, berserulah Ia dengan suara keras: "Lazarus, marilah ke luar!"

 

Yohanes 12 : 17
Orang banyak yang bersama-sama dengan Dia ketika Ia memanggil Lazarus keluar dari kubur dan membangkitkannya dari antara orang mati.

Catatan : Yesus jelas memanggil Lazarus keluar dari kubur, bukan dari Firdaus atau sorga.